sukareview.com – Hasil survei WOW Influencer yang dilakukan oleh MarkPlus kepada 1000
netizen Indonesia, mendapatkan temuan sejumlah kategori produk yang dalam pemasarannya,
paling cocok menggunakan influencer marketing.

Riset ini menemukan bahwa Produk Kecantikan,
Produk Makanan dan Minuman Sehat serta Produk Makanan dan Minuman Instan merupakan kategori produk yang paling efektif ketika menggunakan influencer sebagai media pemasarannya.

Tidak hanya sebatas melihat jumlah followers maupun pemilihan platform media sosial yang efektif,
kecocokan kategori produk dengan penggunaan influencer juga perlu diperhatikan. Apakah kategori
produk tersebut mudah diingat masyarakat dan sering dikaitkan dengan influencer?

Berdasarkan hasil survey WOW Influencer 2022, produk kecantikan memiliki persentase tertinggi
sebagai produk yang paling sering dikaitkan dengan influencer, dengan total persentase 91%.

Dilanjutkan dengan Produk Makanan dan Minuman Sehat dengan persentase 84%, dan Produk Makanan dan Minuman Instan dengan persentase 62%.

Kemudian Produk Kesehatan mencapai 47%, Produk Elektronik dan Gadget mencapai 40%, Produk
Kebersihan dan Perawatan Pribadi mencapai 37%, Produk Dapur mencapai 27%, Produk Properti dan Furnitur mencapai 22%, Produk Automotive mencapai 20%, Transportasi dan Logistik mencapai 14%, Produk Aplikasi Fintech mencapai 10%, Produk Perbankan mencapai 8%, Produk Asuransi mencapai 7%.

Lalu dengan persentase terendah yaitu 4% Produk Pembiayaan dan 4% Produk Sumber Daya, Utilitas dan Infrastruktur.

Brand kecantikan seperti Scarlett, MS Glow dan Somethinc dapat menjadi salah satu bukti kesuksesan brand kecantikan dalam menggunakan influencer marketing.

Brand-brand tersebut berhasil dikenal khalayak luas karena seringkali direkomendasikan maupun diulas oleh para influencer dari berbagai kalangan.

Pada produk makanan dan minuman sehat terdapat catering Yellowfit dan Mie Lemonilo. Sedangkan, Kanzler sebagai brand produk makanan dan minuman instan juga merupakan brand yang berhasil dalam pemanfaatan influencer marketing sebagai salah satu
media pemasarannya.

BACA JUGA:  Telkomsel REDI Hadirkan Kemudahan Akses Beragam Layanan Perbankan Digital dalam Satu Aplikasi

Kesuksesan brand-brand dari tiga kategori produk tertinggi yang dikaitkan dengan influencer tersebut menjadi pertimbangan yang dapat diikuti jejaknya oleh perusahaan pada kategori yang sama untuk menerapkan influencer marketing.

Selain itu, sebagai pemasar penting untuk memilih influencer yang relevan dengan produk yang akan
dipasarkan.

Setiap influencer memiliki personal branding yang berbeda-beda, banyak influencer yang sudah melabeli dirinya dengan bidang-bidang tertentu, seperti lifestyle influencer, fashion influencer, food influencer, dan masih banyak lagi.

Hal ini dapat dilihat pada keterangan yang ditulis influencer pada biografi media sosialnya. Apabila tidak tercantum, pemasar dapat melihat dari mayoritas konten yang diunggah influencer tersebut.

Sebagai contoh Arief Muhammad, mengawali karirnya sebagai vlogger yang rutin mengunggah video
daily-life di kanal YouTube, akhir-akhir ini Ia mulai membangun personal branding sebagai influencer
otomotif.

Melalui channel YouTube atau akun instagram-nya, Ia kerap mengulas mengenai produk otomotif yang berkolaborasi dengan influencer otomotif lainnya.

Sehingga, tak ayal saat ini Arief Muhammad menjadi influencer yang erat dikaitkan dengan bidang otomotif.

“Melalui temuan riset ini, para brand dapat mengetahui kategori produk yang efektif menggunakan influencer marketing serta influencer seperti apa yang memiliki pengaruh kuat bagi pemasaran suatu produk.

Sehingga nantinya, ketika brand ingin berkolaborasi dengan influencer akan mendapatkan hasil yang maksimal.”, ujar Aniza Nurfebriany selaku Manager MarkPlus, Inc. Untuk mengakses temuan riset MarkPlus lainnya, kunjungi tautan www.markplusinc.com