sukareview.com – Industri kreatif di Indonesia telah berkembang dengan pesat selama beberapa tahun terakhir, baik di bidang seni, perfilman, hingga industri kreatif berbasis teknologi.

Perkembangan ini memberikan para pelaku industri kreatif lebih banyak ruang untuk berekspresi dan memanfaatkan segala peluang baru yang muncul di depan mata.

Salah satunya kreativitas dan ekspresi tanpa batas yang selalu dibawa oleh Lukman Sardi, aktor senior dan Dewi ‘Dee’ Lestari Simangunsong, seorang penulis ternama yang selalu menyajikan karya-karya terbaiknya untuk Indonesia.

Bahkan saat masa pandemi COVID-19 tak membuat mereka berhenti sedikit pun untuk menuangkan segala kreativitasnya ke dalam sebuah seni yang dapat dinikmati bersama oleh para penonton dan pembacanya.

Seperti layaknya OPPO Reno8 Series, keduanya berekspresi secara bebas dan kreativitas tanpa batas dengan semangat untuk terus berkarya di mana pun dan kapan pun.

Mari lihat lebih dekat kedua tokoh inspiratif yang sudah berkecimpung sejak lama di industri kreatif Indonesia.

Lukman Sardi, seorang aktor, produser, dan sutradara yang mulai menjajaki dunia akting dari tahun 1970-an ini sudah membintangi berbagai film, menjadikan namanya sudah tidak asing lagi di dunia perfilman Indonesia.

Bakat aktingnya telah membawa ia membintangi sejumlah film yang terkenal, bahkan popularitas Lukman Sardi semakin meningkat saat dirinya turut hadir di film ‘Gie’ dan meraih nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2005.

Tak hanya sampai di situ, Lukman Sardi juga berhasil mendapatkan penghargaan dari Indonesian Movie Actors Awards di kategori Pemeran Utama Pria Terbaik berkat perannya di film 27 Steps of May.

Penghargaan tersebut dipersembahkan untuk industri perfilman Indonesia yang tengah terdampak karena pandemi COVID-19, hal ini membuktikan bahwa kreativitas seseorang untuk berkarya dalam seni tidak akan pernah berhenti.

BACA JUGA:  ROG Zephyrus M16, Laptop Gaming 16-inci Pertama di Dunia

Kemampuan berakting Lukman Sardi di sebuah film tidak terlepas dari darah seniman yang mengalir dalam tubuhnya.

Sang ayah, Idris Sardi, merupakan pianis legendaris dan salah satu maestro biola di tanah air. Bahkan karya Idris Sardi telah sukses menginspirasi musisi muda untuk mengikuti jejaknya.

Beralih ke karya sastra Tanah Air, nama Dee Lestari sudah tak lagi asing bagi para pecinta seri novel bergenre fiksi ilmiah terkenal ‘Supernova’.

Dalam kariernya, Dee dikenal telah banyak melakukan terobosan baru yang membuat hasil karyanya ini berbeda, contohnya seperti novel ‘Perahu Kertas’ (2008) yang menjadi karya pertamanya yang diluncurkan dengan format digital.

Selain itu, karya ‘Recto Verso’ menjadi hibrida sastra-musik pertama di Indonesia. Tak hanya itu, karya buku ‘Madre’ juga membuatnya berhasil meraih Penghargaan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dari Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Indonesia.

Masa pandemi tidak membuat Dee berhenti untuk berkarya dan menuangkan segala kreativitasnya dalam tulisan, justru ibu dua anak ini membuka kelas menulis secara online untuk mengisi waktunya bersama para pembaca.

Salah satunya yaitu kelas daring yang bertajuk ‘Kaizen Writing Workshop’ berhasil mendapat sambutan positif dari masyarakat dan tetap berlanjut hingga sekarang.

Itulah sepenggal kisah perjalanan Dee Lestari dan Lukman Sardi sebagai seorang seniman Indonesia yang masuk dalam jajaran 77 Portrait Anak Bangsa.

Kampanye 77 Portrait Anak Bangsa yang terdiri dari pameran foto dan video portrait dari 77 tokoh yang telah berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia di berbagai disiplin ilmu dan bidang. Pameran tersebut dihelat di Plaza Indonesia Jakarta mulai 15 Agustus hingga 18 September 2022.

Ke-77 tokoh merupakan sosok inspiratif mulai dari aktor legendaris, sutradara, penulis hingga pendiri dari berbagai perusahaan di Indonesia.

BACA JUGA:  7 Smartphone NFC Murah September 2021, Terbaik & Terbaru

Mereka akan berbagi cerita dalam berkarya dan berekspresi hingga kontribusi yang diberikan untuk bangsa lewat rangkaian foto dan video portrait.

Semua foto yang ada dalam pameran 77 Portrait Anak Bangsa diabadikan dengan kamera OPPO Reno8 Pro 5G.

Dirancang untuk menjadi “The Portrait Expert”, OPPO Reno8 Pro 5G dilengkapi dengan MariSilicon X, sebuah NPU pencitraan khusus pertama yang dikembangkan oleh OPPO.

Dengan dukungan kemampuan pemrosesan gambar yang kuat dari MariSilicon X, OPPO Reno8 Pro 5G menghadirkan berbagai fitur kamera inovatif yang membantu pengguna untuk menghasilkan potret yang sangat jernih, bahkan dalam kondisi minim cahaya sekali pun.

Ditambah dengan keberadaan Dual Sony Flagship Sensors pada kamera depan dengan sensor IMX709 RGBW generasi baru  dan sensor kamera utama IMX766, menjadikan hasil tangkapan OPPO Reno8 Pro 5G dapat selalu diandalkan di segala situasi.

Seperti pada foto portrait minim cahaya dua tokoh di atas, garis wajah tegas berhasil ditangkap sempurna dengan kondisi bagian gelap tanpa adanya noise.

Tangkapan terbaik ini merupakan hasil dari fitur Night Portrait pada sensor flagship Sony IMX766 yang berpadu dengan algoritma Turbo RAW untuk menghadirkan AINR (AI Noise Reduction) pada 3 lapisan warna R/G/B, menjadikan potret lebih jernih, saturasi warna yang lebih hidup, dan detail yang lebih luas.